last child

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

kemanjuan virtual dengan 3d

Mungkin salah satu materi pelajaran dalam matematika, yaitu geometri yang memerlukan daya imajinasi yang cukup tinggi untuk membayangkan suatu bentuk benda, merancang dan menggambarkannya. Namun dukungan teknologi bisa membantu siswa dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, khususnya geometri.

Dunia maya tiga dimensi atau virtual reality (VR) merupakan teknologi visualisasi untuk menirukan alam nyata ke dalam dunia maya. Nah, dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, teknologi VR pun berkembang pesat. Karena itu, sudah sewajarnya bila kehadiran teknologi VR ini dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pemanfaatan teknologi VR adalah untuk menunjang kemajuan dunia pendidikan. Teknologi VR bisa digunakan dalam proses belajar-mengajar mata pelajaran matematika yang berkaitan dengan topik bahasan geometri. Dengan demikian, diharapkan suasana belajar di kelas akan semakin menarik dan terjadi proses interaktif. Suasana seperti ini tentu saja mempermudah siswa dalam memahami materi yang diberikan.

Dengan teknologi VR ini, siswa dapat bereksperimen menirukan berbagai objek di sekitar. Misalnya, mendesain bangunan sekolah dengan halamannya, ruang kelas dengan meja, bangku dan papan tulis, dan sebagainya. Sebagai tahap awal, siswa bisa menggunakan objek virtual sederhana, seperti bola (sphere), kotak (box), kerucut (cone) dan silinder (cylinder).

Dengan melakukan desain seperti itu, siswa akan lebih memahami konsep ruang 3D dan geometri. Terlebih lagi perangkat lunak untuk visualiasi dunia virtual telah dirancang agar mudah digunakan (user-friendly), maka siswa bisa segera menelusuri dunia virtual yang diciptakan secara interaktif. Siswa akan melihat apakah hasil rancangan dunia virtual itu sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum. Dalam buku penulis berjudul 'Belajar Sendiri Bahasa Pemrograman VRML 1.0', (PT Elexmedia Komputindo, 1999), telah diuraikan beberapa aplikasi teknologi VR. Di antaranya untuk menunjang dunia pendidikan. VRML atau virtual reality modeling language adalah bahasa pemodelan objek-objek 3D dalam dunia virtual.

Buku lainnya, yaitu 'Belajar Sendiri Bahasa Pemrograman VRML 97', memperkenalkan pula bagaimana membuat suatu animasi 3D secara mudah. Dengan animasi, dunia virtual yang diciptakan tidak lagi statis, tetapi lebih dinamis. Sebagai contoh, misalnya, penulis pernah melakukan simulasi orbit planet-planet di dalam tatasurya dengan VRML. Pengembangan perangkat lunak untuk animasi tatasurya ini telah dipresentasikan dan diperagakan pada "Seminar 80 tahun Bosscha", Jurusan Astronomi, ITB, tahun lalu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS